Friday, 7 September 2012

Hotel Simalungun City Diharapkan Dukung Pengembangan Pematang Raya

Sumber :MedanBisnis – Simalungun. 
Hotel Simalungun City yang beroperasi pada Maret 2012 di Pematang Raya,Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun diharapkan menjadi pendukung pengembangan ibukota Kabupaten Simalungun yang saat ini terus digalakkan.
Ditemui di lobi Hotel Simalungun City, Selasa (22/5), salah seorang direktur hotel, Apri N Saragih, menjelaskan, ada beberapa hal yang melatarbelakangi pihak manajemen mendirikan hotel di Pematang Raya. Salah satunya adalah keinginan “menghidupkan” Pematang Raya yang selama ini terkesan sepi. “Dengan hadirnya Hotel Simalungun City diharapkan Kota Pematang Raya bergairah selama 24 jam, sebab hotel ini terbuka selama 24 jam,” ujarnya.

Memang, kata dia, Pematang Raya jauh dari Kota Pematangsiantar dan Pematang Raya bukan salah satu destinasi wisata di Propinsi di Sumut, namun itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk mendirikan Hotel Simalungun City.

Selanjutnya, kata Apri, kehadiran pusat pemerintahan Pemkab Simalungun di Pematang Raya merupakan peluang lain yang dilirik pihak Hotel Simalungun City. “Pelaku pemerintahan bisa menggunakan fasilitas yang ditawarkan Simalungun City untuk menggelar pertemuan penyelenggaraan pemerintahan, tanpa harus meninggalkan tugas-tugas kantor. Seperti diketahui, jarak antara Simalungun City dengan komplek perkantoran Pemkab Simalungun hanya ukuran ratusan meter,” ujarnya.

Menurut Apri, sudah tak terhitung lagi jumlah masyarakat Pematang Raya yang merantau ke berbagai pelosok. Untuk beberapa tujuan tertentu, misalnya, untuk urusan kekeluargaan, masyarakat itu akan kembali mengunjungi Pematang Raya.

Sebelumnya, kata Apri, masyarakat yang kembali berkunjung itu lebih memilih menginap di Kota Pematangsiantar sebab di Pematang Raya belum ditemukan penginapan. Asumsi ini menurut dia, sudah terbukti. Misalnya, tamu pertama Hotel Simalungun City justru dari masyarakat asal Pematang Raya yang merantau ke daerah lain yakni Jasarmen Purba dan Tuahman Purba yang merupakan putra asal Pematang Raya yang telah menjadi anggota legislatif di Pulau Batam, Kepulauan Riau.

Kota Pematang Raya terletak di antara Kota Pematangsiantar menuju Berastagi, Kabupaten Karo. Menurut Apri, kehadiran Hotel Simalungun City bisa mengurangi keluhan ketiadaan penginapan bagi pelintas jalan antara Pematangsiantar-Berastagi ini, dan dimungkinkan pelintas menjadi tamu konvensional.

Dukungan Pemerintah
Kota Pematang Raya dikenal sebagai salah satu kota rohani bagi umat Kristiani. Tahun 1903 lalu, di kota inilah pertama sekali misionaris menyebarkan injil di wilayah Simalungun yang dikemudian dari penyebaran injil tersebut menorehkan Gereja Kristen Batak Protestan Silmalungun (GKPS).

Bukti sejarah tentang penyebaran ini masih ditemukan di Pematang Raya yakni makam keluarga misionaris di Simalungun dan makam Pdt Jan Wismar Saragih, pendeta Simalungun pertama.

Apri mengharapkan, Pemkab Simalungun mempromosikan keberadaan bukti sejarah pekabaran injil ini. Dengan demikian, katanya, Kota Pematang Raya menjadi destinasi wisata khususnya wisata rohani kristiani.

Ditambahkanya lagi, selama ini Kota Pematang Raya dikenal sebagai daerah penghasil jeruk. Beberapa tahun belakangan ini kondisi ini mulai redup. “Pemkab Simalungun juga harus turun tangan mengembalikan Pematang Raya menjadi obyek wisata buah,” ujarnya.

Meski sudah beroperasi tiga bulan, Hotel Simalungun City masih tetap dalam pengembangan. Beberapa fasilitas pendukung hotel terus ditambah seperti sarana hiburan dan sarana olah raga seperti kolam renang. Diharapkan fasilitas yang sebentar lagi bakal ada itu menjadi pelengkap kenyamanan bagi tamu yang berkunjung.

Saat ini para tamu yang berkunjung bisa menikmati fasilitas hotel yang di antaranya adalah 65 kamar terdiri dari 2 kamar super deluxe, 2 kamar sweet, 6 kamar deluxe, 15 kamar superior dan 40 kamar standar. Selanjutnya, hotel dilengkapi restoran berkapasitas 150 orang, 3 room meeting masing-masing berkapasitas 60 dan 200 peserta, ball room dengan kapasitas 1.000 peserta, lapangan tenis, laundry serta bakery and cake. (jannes silaban)